Rabu, 19 September 2012

Sekelumit cerita tentang sahabat

Hari ini, tiba tiba saja kembali teringat seorang teman yang dulu pernah dekat denganku..namun sayangnya saat dia tutup usia, aku bahkan tak bertemu dengannya. Sedih kalo ingat ini, dan lebih sedih lagi jika mengingat perjalanan hidupnya. Tanpa bermaksud mengeksploitasi dan mendramatisir perjalanan hidupnya, aku ingin sedikit bercerita tentang rasa seorang wanita.
Aku mengenalnya kurang lebih tahun 2004 ( lupa persisnya), sejak itu kami dekat, sifatnya yang keibuan dan sabar dalam mendengarkan "curhatanku" membuatku merasa menemukan seorang "kakak". Dengan sabar dia akan menasehatiku, memberiku pencerahan. Satu nasehat yang sampai saat ini yang kuingat namun juga tak bisa kuterima sepenuh hati adalah " bahwa sebagai seorang wanita seharusnya aku bersikap lebih lembut dan lebih mengalah kepada laki-laki"...namun dulu selalu aku bantah...(maklum, sifat keras kepala dan tak mau kalah sepertinya sudah turunan hehe)...


Kami sering berganti cerita, suatu saat dia pernah bercerita bahwa dia tengah dekat dengan seorang laki-laki (kebetulan di umurnya yang sudah kepala tiga pada saat itu dia belum menikah)..setelah cerita panjang lebar ternyata laki laki yang dekat dengannya itu sudah berkeluarga alias suami orang. Pada saat itu juga aku langsung melontarkan ketidak setujuanku, aku memaparkan semua negatifnya (menurutku sama sekali tidak ada positifnya). Tapi dia hanya bilang dia pasrah saja, dia pasrah menjalani hidupnya. Duh...Tuhan, aku benar benar gregetan melihat kepasrahannya dalam menjalani hidup. Teman..memang benar takdir itu Tuhan yang menentukan..tapi bukankah Tuhan juga memberikan kita pilihan..dan memberikan kita kemampuan untuk berusaha...menurutku pasrah itu sama saja dengan putus asa...pasrah tidak juga jelek..pasrah akan bermakna positif jika kita sudah melakukan berbagai cara...akupun ga ingin berbicara dari sudut pandang agama, karena pengetahuan agama saya masih "minim"...
Kita harus mensyukuri hidup kita, tapi bukan berarti kita harus cepat puas dengan apa yang ada sekarang, karena sesungguhnya Tuhan masih memberikan kita beribu kesempatan untuk selangkah lebih maju. Kembali ke cerita teman saya, akhirnya...setelah hambatan datang dari keluarga si laki-laki, hubungan itu pun bubar..kembali dia menjalani hidupnya...terus terang, kalo untuk urusan pekerjaan, temen saya punya kredibilitas yang bagus, tapi untuk masalah laki-laki, menurut saya dia terlampau lemah, sehingga banyak yang memanfaatkan kelemahannya. Mungkin benar, sebagai perempuan, kita harus lembut dan mengalah...tapi jika itu justru menggerogoti hati kita, menyakiti perasaan kita..haruskah kita pasrah dan menutup mata..masihkah kita bilang kita percayakan hidup kita pada takdir...teman...kita dikaruniai akal untuk "fight" terhadap belitan masalah dalam hidup. Setiap kali bertemu..selalu itu masalah yang kami diskusikan, sampai suatu saat, dia datang ke rumah saya dengan membawa calon suaminya. Tentu saja aku senang, apalagi pada saat itu, laki laki itu menjelaskan identitasnya. Sebagai teman aku ikut bahagia..tapi jauh di sudut hatiku, ada hal di luar nalar yang aku tangkap sebagai kebohongan seorang laki-laki..tapi aku tak ingin menghancurkan kebahagiaan temanku dengan cerita cerita yang hanya berdasarkan kecurigaan semata. Waktu bergulir..kecurigaanku makin bertambah seiring seringnya kami bertemu, cerita cerita yang dibawa suaminya makin memperjelas kecurigaanku bahwa status yang dia ungkap selama ini sebenarnya cuma kebohongan...pada akhirnya, semua jelas terungkap dan yang hampir membuatku shock...ternyata temenku ini tahu siapa laki laki yang dia nikahi..statusnya apa dan pekerjaannya apa...tapi apa yang dia ucapkan..."ga pa pa kok mba...saya pasrah aja, saya terima dia apa adanya?"..What?? di satu sisi aku kagumi ketabahannya, (tapi ketabahan seperti apa yang diberikan kepada seorang laki laki "brengsek")...tidakkah itu  menyia nyiakan hidup namanya...tapi akhirnya aku hanya bisa menghormati pilihan hidupnya..sebagai teman tugasku sudah tuntas yaitu sebatas mengingatkan. Makin hari, badannya makin kurus, sedikitpun aku tak curiga bahwa diabetes tengah menggerogoti tubuhnya, aku pikir, badannya kurus karena banyak masalah. Setiap ke rumahnya (saat itu dia sudah dikaruniai anak seumur diffa), aku tak pernah bertanya apa apa, karena dia memang selalu menutupi keberadaan suaminya, tapi saat itu, kalo tidak salah, tiga bulan sebelum kepergiannya, dia berterus terang bahwa suaminya sudah lama meninggalkannya..tanpa jejak, bahkan terucap dari bibir anaknya bahwa "bapak itu jahat"...saya cuma terdiam, tak tahu harus berkata apa..tak mengerti harus menolong apa...
Teman, aku tak bisa banyak membantu...bahkan pada saat akhirmu pun, saat kau bertanya tentang aku pun, aku tak ada disana...tapi teman, aku hanya bisa menyesali apa yang pernah terjadi padamu, tak sedikitpun kau kecap bahagianya berumah tangga..karena sifat lemahmu justru menguras habis kekuatanmu...
Teman, ternyata pasrah tak selamanya berefek positif..ada hal hal tertentu yang harusnya kita perjuangkan, mensyukuri apa yang ada itu baik adanya..namun bersikap selalu cepat puas atas apa yang ada pun menunjukkan kelemahan kita...raihlah mimpimu selagi bisa, selagi punya kekuatan..jangan biarkan orang lain yang mengendalikan hidupmu..jangan biarkan orang lain menyakiti hatimu...karena bahagia itu sesungguhnya hanya kita yang bisa memperjuangkannya.

Semoga bermanfaat..

Senin, 17 September 2012

Aku dan Pilihanku

Sebenernya lagi ga kepengen nulis...karena ga punya ide yang "bermutu"..tapi dipikir pikir ga nulis juga ga enak..tulisan ga mesti bermutu toh buat jadi sebuah tulisan;-)...masalahnya ini blog tak anggap sebagai pengganti diary buat saya..yaangggg kira2 10 tahun lalu selalu menemani saya dimanapun berada. sayang, tuh diary dah pensiun..isinya kebanyakan sedih dan galaunya remaja hehe...jadi dah patut pensiun kan?? Diary "terbuka" satu ini haruslah berisi warna warni bahagia..yang lagi sedih ga perlu ditulis...biar jika diffa baca suatu saat kelak..yang dia tahu hanyalah kisah bahagia mamanya;-)
Ternyata, punya tiga peran penting tak selamanya enak ya...tapi dibilang ga enak juga..saya asyik asyik aja menjalaninya..bingung kan?? saya sendiri juga bingung hehe...wow..tiga peran penting? sebegitu sibukkah saya? kesannya sih begitu ya..padahal itu cuma kesannya doang hehe...kenyataannya...ga sibuk sibuk amat;-)...kira kira apa saja peran itu..

1. Menjadi Istri dan Ibu (Ibu rumah tangga)
    Kenapa ini saya taroh di atas sekali? karena sebenarnya inilah peran seorang wanita yang sesungguhnya, jika suami diibaratkan kepala..maka istri itu ibarat leher buat suami..suami memang pengambil keputusan, tapi tanpa diarahkan oleh istri, bisa jadi dia akan salah menoleh ke arah mana. Menjadi ibu yang baik ternyata juga tidak mudah, saya dikaruniai suami yang alhamdulillah super sabar menghadapi istri, tapi di lain sisi, saya dianugerahi anak yang juga supeeerrr dalam menguras emosi. Mudah..orang selalu berkata sama saya "anak baru satu kok suaranya kemana mana, anak baru satu kok diomelin melulu..bla..bla.." emang bener sih..kalo dipikir pikir emang stok sabar saya saja yang kurang...(saya tak ingin membela diri..karena dalam menghadapi anak...seberapapun salahnya anak..tetaplah orangtua yang salah). Tapi, alhamdulillah seiring waktu..saya jadi terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dan doakan saja, mudah mudahan ke depannya..anak semata wayang saya itu makin mudah dihadapi;-)

2. Menjadi Ibu PERSIT
    apalagi ini...menyita waktu kah..kenapa ada di prioritas kedua dalam hidup saya, karena semenjak resmi menikah..mau ga mau..suka ga suka..jabatan ini ada di pundak saya..uupss..bukan jabatan ya, lebih tepatnya status;-)..dan ternyata..persit itu bukan cuma sekumpulan ibu2 biasa lho...mereka/kami punya seabregg kegiatan...sebenarnya ini ga begitu menyita waktu andai saya tidak punya pekerjaan sendiri, kegiatannyapun asyik..olahraga..posyandu, senam...kumpul dll. tapi berhubung seringkali berbenturan dengan waktu kerja...(apalagi dulu saya kerja swasta)...rutinitas ini terasa banget merepotkan. seminggu bisa sampai dua kali izin (dengan memasang muka "tembok") tentunya. Tapi, seperti yang sering saya dengar ("itu kan resiko kalian memilih kerja, jadi harus pintar2 membagi waktu...bla..bla)...oh..andai kalian tahu kalo duluuu sekali gaji TNI itu cukup buat makan tapi ga cukup untuk mempersiapkan masa depan...tapi nurani saya juga berbisik, emang kalo seandainya pada saat itu gaji cukup, saya tetap rela berhenti kerja?..saya jawab dengan PASTI..TIDAK..karena saya butuh sesuatu buat mengaktualisasikan diri..buat menghilangkan stres yang saya punya...(ini cuma dari sudut pandang saya terhadap diri saya sendiri, saya pun menghormati pilihan orang lain, yang jelas hidup itu pilihan dengan segala konsekuensinya).

3. Menjadi Pekerja
    Saya tidak bilang wanita karier..terlalu tinggi kalimat itu buat saya..wanita karir itu wanita yang mendedikasikan hidupnya buat karir, tapi saya hanya seorang ibu dan istri yang kebetulan bekerja. Saya masih punya banyaak waktu buat mengurus keluarga saya, pagi hari saya baru berangkat kerja setelah diffa berangkat sekolah, itupun sudah sempat menyiapkan sarapan buat anak dan suami (jangan bicara tentang waktu ya..karena sudah pasti saya telat sampe kantor hehe). Keperluan siang hari sudah saya amanatkan kepada asisten rumah tangga saya hehe...dan malam hari, saya melepaskan semua pekerjaan untuk menjadi "guru" buat diffa...menjadi teman diskusi buat suami.

Nah...ini sebenernya ulasan yang ga penting penting amat sih ya...hanya buat menuntaskan hobi saya;-)...tapi mungkin ada kata kata yang ingin saya sampaikan...

  • siapapun kamu...setinggi apapun jabatanmu diluar...keluarga haruslah tetap menjadi prioritas
  • Apapun pilihan hidupmu..entah itu IRT tulen, entah itu wanita bekerja, entah jadi wiraswasta..syukurilah dan terimalah segala konsekuensi yang ada..karena hidup itu memang pilihan


                                           

Sabtu, 01 September 2012

NAPAK TILAS

September 2003

tepat setelah melakukan operasi di bulan agustus...aku "diusir" orang tuaku lari dari kota dimana aku lahir...dimana aku besar dan dimana aku menuntaskan pendidikanku. bukan tanpa alasan...kota tercinta itu sedikitpun tak memberiku kesempatan untuk bersaing dan mendapatkan pekerjaan secara "sehat"..pergi dan mengejar impian di luar adalah hal yang kuanggap sangat tepat pada saat itu.

April 2004

7 bulan luntang lantung nyaris kehabisan uang (maklum, saat itu dana sangat terbatas, untung aja ga bayar indekos;-))..Tuhan melihat hamba-Nya yang nyaris putus asa ( selalu menangis pengen pulang)..tawaran bekerja datang....haduh...kalo mengikuti idealisme....sungguh jauh dari impianku...tapi karena kepepet dan memang pengen belajar kerja...tawaran itu kusambut sukacita...(bukannya aku tak pernah diterima di tempat lain...pernah diterima jadi guru tapi nuraniku menggugat..apa yang akan kuberikan pada anak didikku jika aku saja menjalaninya setengah hati...)...jadilah aku kerja kantoran...Ilmu ilmu teknikku perlahan ditelan dengan hitungan hitungan debet kredit;-))...

Juni 2005

hehe...tak perlu lama merantau untuk bertemu pujaan hatiku...toh cita citaku untuk menikah tepat di hari ultahku tercapai sudah...sungguh, sampai titik ini...aku merasa Tuhan teramat baik padaku...satu demi satu doaku dikabulkan....namun tentu saja berliku cobaan yang harus kuhadapi untuk sampai di titik ini.

Desember 2006

Lagi lagi Tuhan memberiku keajaiban...putri kecilku lahir sebagai pelengkap hidupku...satu lagi momen tak terlupakan menjadi catatanku.

Mei 2008

Keputusan terberat dalam hidupku...aku yang sudah betah bekerja...terpaksa memilih...tetap bekerja dengan konsentrasi terpecah atau berhenti dengan resiko menjadi IRT sepenuhnya. Dilema...tapi aku tak pernah membiasakan diri untuk lari dari masalah...hidup itu pilihan...apapun resikonya...tentu harus aku hadapi. Aku memutuskan berhenti tepat di usia diffa 1,5 tahun. Namun ternyata, tak mudah menjadi IRT sepenuhnya..aku benar benar dilanda stres panjang...emosiku tak pernah stabil...saat itu, suami jarang di rumah...terkadang ga pulang berhari hari...semntara tidak mudah menghadapi diffa seorang diri....lelah, bosan benar benar membelit hari hariku. Cuma sebulan bertahan..bulan berikutnya aku memutuskan mengirimkan lamaran lamaran pekerjaan lagi. Ternyata tak mudah, saingan sainganku kebanyakan cewek cewek yang baru lulus kuliah, untuk bekerja di tempat yang jauh pun..izin dari suami ga tembus...saat itu aku hanya membatin...ya Allah...berikan jalan keluar buat kami terutama aku...yang ingin bekerja tapi juga tak mungkin mengabaikan keluarga...

Desember 2010


Tangan Tuhan kembali bekerja...aku yang pd bulan september cuma "ikut-ikutan" tes CPNS...benar benar tak menyangka...bahwa diantara sekian ratus itu, ada namaku di dalamnya...masih terngiang saat suamiku bilang : ngapain capek capek tes..kalo ga punya uang, mending ga usah ikut tes sama sekali (apalgi pada saat itu aku ikut tes di dua kota yang berjauhan..tanggal 9 september tes di prabumulih..seminggu berikutnya tes di cilegon)...tapi dasar nekat...memang sifatku..semakin diremehkan..aku akan semakin berkutat membuktikan diri...Alhamdulillah...doa ortu..doa saudara...tentunya juga tak lepas keridhaan suamiku memudahkan langkahku...Subhanallah....

September 2012

Tepat sembilan tahun aku di perantauan...makin lama aku makin mencintai kota ini...bukan hanya karena kota ini yang terus memberiku kesempatan...tetapi juga karena disini kutemukan hidupku....

Rabu, 25 Juli 2012

Manfaat mengajak si kecil di dapur


Bulan puasa telah tiba...duh, pada waktu kecil dulu..saya paling bahagia kalo bulan puasa tiba..bukan karena makna puasanya (dulu kan blm ngerti)..tapi karena pada saat buka puasa..dijamin pasti makan lain daripada hari biasanya (mamaku kan pinter masak hehe)....Hal seperti ini juga yang ingin saya perkenalkan pada Diffa..saya ingin kelak dia memiliki ingatan yang manis saat Ramadhan tiba...walaupun terus terang, semenjak merantau..greget puasa..apalagi lebaran terasa kurang dikarenakan perbedaan tradisi. tapi gpp deh..dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung....
Sayang seribu sayang...saya ga bisa memanjakan suami dan anak dengan masakan2 lezat hasil tangan saya sendiri..maklum...kemampuan memasak saya sangat...sangat terbatas..;-(..eitss..tapi itu bukan berarti saya kehilangan kemauan untuk menyenangkan mereka ya...untuk urusan membuat kue...kue buatan saya lumayanlah...(untuk konsumsi sendiri maksudnya hehe)...tapi kalo untuk dikomersialkan...wah....ga pernah kepikiran deh...
Nah...kembali ke tema...sebenarnya bukan saya sih yang berinisiatif mengajak diffa ke dapur...maklum, ngajak diffa ke dapur samisara ( haduh sule..tak pinjem istilahmu ya..) dengan membuat dapur berantakan...tapi anak saya itu, subhanallah (sambil mengelus dada..sabar..sabar)..bener bener punya kekuatan fisik yang luar biasa alias ga pernah diem...(diffa itu baru bisa anteng kalo lagi tidur atau lagi sakit)...alhasil...setiap kali saya ke dapur..dia pasti mengekor di belakang saya...tangannya ga diem dan mulutnya juga ga bisa brenti ngomong....
Pertama tama rada jengkel juga sih, ribet kayaknya..ga bisa konsentrasi bikin kuenya...pernah sekali waktu..ampas kelapa yang sudah diambil santannya ditumpahkan ke dalam adonan kue (waktu itu diffa umur 4 th kalo ga salah)...tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa...justru sekarang kalo ada pekerjaan yg ringan, seperti memegang mixer, bikin kolak...diffa ikut aktif di dalamnya, bahkan kalo mood nya lagi "baik"..dia membantu saya mencuci piring di hari minggu, dia udah ngerti bagaimana cara mencuci piring..walau habis itu dah pasti saya cek lagi...
Ternyata..tanpa sengaja, saya membaca artikel seperti judul di atas (dari harian ibukota kayaknya..saya lupa namanya)...Seorang Psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Eva Meizara Puspita Dewi, S.Psi, M.Si menuturkan...banyak manfaat yang dapat diambil si kecil pada saat di dapur. Sayangnya, lanjut sang psikolog, tak sedikit orang tua yang mengkhawatirkan kehadiran buah hati mereka bermain di dapur. Alasannya, orang tua tidak mau repot karena pekerjaan memasak jadi tidak maksimal (perasaan saya juga begini awalnya), alasan lainnya takut akan keselamatan si kecil (masuk akal sih, tapi tentu alat2 yang membahayakan harus kita waspadai pemakaiannya).

Banyak manfaat yang bisa dipetik jika anak rajin ke dapur, di antaranya :

1. Khusus anak laki-laki, ketika dibiasakan di dapur dia akan cepat mandiri. Dia bisa mengurus dirinya sendiri dan tidak ketergantungan terhadap orang lain.

2. Daya kreativitas anak bakal terasah. Kita arahkan untuk pekerjaan yang dia sanggupi dan tidak membahayakan. Ini juga akan melatih kemandirian dan kreativitasnya.

3. Lebih penting lagi, pada diri anak akan terbentuk kebanggaan dan penghargaan atas hasil jerih payahnya. tentunya dia senang sudah bisa menyiapkan makanan buat orang tuanya yaa...

Nah..bunda...mulai sekarang jangan lagi melarang si kecil membantu kita di dapur ya...siapa tau disana kita bisa melihat bakatnya..siapa tau kelak itu membantunya jadi koki terkenal...amiinn...

Senin, 16 Juli 2012

Blackberry oh Blackberry.......

Hari gini...dimana semua orang udah pegang BB...semua orang udah asyik BBM an...saya masih asyik aja pake Nokia...;-)..bukannya ga pengen, sebenernya sejak sebulan lalu, aku sudah tergoda memilikinya..bukan karena kebutuhan..tapi karena kepengen doank hehe...(habis suka ditanyain PIN BB sih)...Kalo mau jujur, sebenernya aku ga butuh butuh amat sih sama BB...bukan apa apa, aktivitasku di dunia online tidak terlalu padat sih..paling cuma FB an...itu juga cuma update status n baca baca doank...

Nah...kemarin Nokia yang biasa kupakai (aku lupa typenya)...LCD nya sudah error..jadilah aku punya alasan untuk menggantinya hehe...dan akupun mengajukan proposal kepada suami (yang biasanya sih nurut aja apa mauku)...biasanya dia bilang begini " ya udah terserah kamu aja, saya sih ikut aja;-))...good boy hehe...tapi kok sekali ini pake embel embel ya...dia bilang begini "Blacberry? (dengan ekspresi seolah olah itu mahkluk planet lain;-(..)...ya..terserah sih..tapi emangnya butuh banget ya..? kan udah ada modem sama laptop..masih kurang? itukan cuma nambah beban bulanan aja bla..bla..bla..."...melihat mukaku yang sudah ditekuk...akhirnya dia bilang..."oke deh..terserah kamu aja"...yess!! (bersorak dalam hati).

Akhirnya, Minggu, 15 Juli 2012..bertepatan dengan hari penutupan PRJ..kita sepakat nih cari BB disana (maklum..kata orang harganya jauuhhhh lebih murah)..kita pergi dah pagi pagi nih..dengan tujuan supaya masih leluasa mencari...ternyata benar saja, sampe sana , PRJ nya pun baru saja dibuka...masih lumayan sepi..kita langsung ke Hall B (kalo ga salah hehe, maklum..ingatan saya selalu jelek kalo mengingat masalah tempat)...puas muter muter...kita malah nyangkut di counter Nexian..ada promo beli Hp satu gratis satu dengan harga Rp.350.000,- (lumayanlah)...dasar emak emak..ngeliat harga murah gitu bawaannya pengeeen aja...rencananya yang lipat buat saya, yg rada ketinggalan zaman buat diffa hehe...akhirnya terjadilah transaksi...yupp...aku udah seneng aja tuh...tapi ternyata..hiks...diffa ga rela liat mamanya pake barang yang lebih bagus...dia tahu mana yang lebih bagus mana yang engga...dia ngamuk minta hp Nexian yang model lipat warna orange...akhirnya..demi kedamaian selama di perjalanan..tuh HP aku serahkan (sambil ngomel ngomel ngingetin)...tapi dia tetep ngotot...Papanya...bengong aja liat aksi dua perempuannya...

Nah...dah dapet nih satu ini, tinggal berburu BB...tapi kita nyangkut lagi..nonton pertunjukan anak anak SMK dulu...nah disinilah kesialan bermula...diffa foto foto dengan hp nexian barunya...habis itu tuh HP dia masukkan dalam tasnya (begitu menurutnya)...tapi 10 menit kemudian dia merogoh tasnya lagi..tuh HP sudah lenyaappp bersama bungkusnya...(huaa....aku pengen marah tapi ga bisa marah lagi..dah kehabisan energi...tinggal papanya yang cemberut dan menyalahkan aku karena memberikan HP itu)..ya udahlah...mungkin belum rezeki pikirku.

Aku pikir kami akan balik lagi ke counter BB, tapi rupanya saat suamiku bicara..aku lagi konsentrasi ngurusin HP di tangan..akhirnya dengan rada emosi dia bilang " baru punya HP aja udah engga mikirin sekitar, gimana kalo kamu pegang BB..jangan jangan anakmu nangis aja kamu ga denger..., udah, daripada kamu beli BB, mendingan kamu beli Nokia aja..cukup buat telp dan sms." Haaa....aku ga berani membantah lagi, wong emang salahku...hiks..akhirnya balik ke counter Nokia...karena udah belanja yang lain lain yang engga direncanakan...akhirnya kucukupkan dengan membeli Nokia ASHA 202. Hiks...Nokia lagi...nokia lagi...




Kamis, 12 Juli 2012

CARA MENJAGA KESEHATAN ANAK

Ini tulisan dibuat gara-gara inget diffa...dari kemarin dia ditinggal tetehnya yang mau "MERIT"..hiks..kasihan dia, ga ada yang momong dan bikin pusing tujuh keliling mama papanya. Jadi ceritanya pagi ini sejak mulai bangun tidur dia sudah "bad mood"..kebiasaan yang menurun dari emaknya hehe, rencana semula dia mau dibawa ngantor...tapi karena dianya udah ngamuk n ga mau mandi..gantian mamanya yang bad mood..wkwk....papanya cuma bisa bengong melihat dua perempuannya sama sama ngambek....kesabarannya benar benar diuji;-). akhirnya karena juengkeeelll bin sebeeelll sama diffa, saya tinggal aja dia sama papanya dengan perjanjian...pagi yang momong papanya, siang dianterin ke kantor...okelah....lumayan ringan setengah hari doank liat "keusregkannya"....

Jam baru menunjukkan pukul 09.30 WIB..(haduh...baru juga dua jam ditinggal)....papa diffa udah telpon, kasih laporan kalo anaknya kakinya tertusuk paku....ya ampun...emang tuh anak diajak nukang apa ya...kok pake ada paku segala...laporannya sih udah dibersihin dan dikasih obat...tapi yang namanya emaknya...sebawel bawelnya...sekesel keselnya...anak ya tetep anak....khawatiiiir banget...huh...anak kalo ditinggal sama papanya emang mengkhawatirkan......

Jadilah saya resah, dalam hati terus berharap, semoga kekebalan tubuh diffa bagus seperti selama ini, maklum, saya takutnya dia tetanus dan demam (mungkin ada baiknya sore dikontrol ulang ya...)....

Nah..bicara tentang kekebalan atau imunitas anak...tentunya berhubungan dengan cara kita menjaga kesehatan anak kan? Disini saya akan "mengutip" sedikit poin poin cara menjaga kesehatan anak (tentunya ini hasil contekan juga ya), bukan karena saya merasa pintar atau sok tahu.....siapa tahu bisa jadi referensi....yuuukss...kita lihat poin poinnya :

1 Asupan Nutrisi
   Tentunya bunda bunda sudah tahu ini, kita kan bukannya hidup di zaman dahulu yang minim informasi. Nutrisi ga mesti dengan yang mahal mahal lho..banyak juga makanan yang murah dan sehat yang mengandung nutrisi yang baik...contohnya tempe..(taoi jangan tiap hari ya..itu mah pelit namanya hehe) Seperti kita ketahui, tingkat imunitas anak tidak sebaik orang dewasa, untuk itu asupan gizi mereka harus diperhatikan, menjaga nutrisi yang cukup sesuai dengan usia, berat badan serta aktivitas akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah diserang penyakit. Akan lebih baik anak juga diberi suplemen yang berisi multivitamin untuk meningkatkan ketahanan tubu (tapi diffa jarang saya kasih vitamin, coz saya lebih percaya madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya..dulu satu sendok madu selalu saya campur dalam susunya, sekarang berhubung dia sudah berhenti minum susu, akhirnya madunya pun "menganggur")

2. Menjaga kebersihan
    Kebersihan tidak hanya tubuh anak ya, lingkungan juga wajib diperhatikan. Bukan hanya itu, orang orang di sekitarnyapun harus bersih..terutama untuk bunda bunda yang mempercayakan pengasuhannya kepada si teteh..teteh ga mesti cantik (hehe...iyalah, ntar berbahaya kalo nyonya kalah cantik;-))..tetapi dia "wajib" bersih (terutama untuk yang ngasuh baby...Bakteri dan virus yang sering mengancam kesehatan memang ada dimana mana...so..waspadalah.

3. Faktor makanan/jajanan
    Nah..berhubung saya udah ditunggu temen temen buat jalan...faktor ini bisa anda terjemahkan sendiri hehe...intinya jangan sembarangan jajan, jangan makan chiki chikian (ah..ini mah susah dilarang)...dan jangan terlalu sering menyantap makanan cepat saji...(ini juga diffa doyan)...

Oke, bunda bunda...ini sekelumit info yang banyak intermezonya..hehe, mudah mudahan bermanfaat

DARI TEMEN JADI DEMEN...^_@

wkwk....waktu cari judulnya aslii binguuung....coz saya tuh kalo bikin kata kata ga pernah bikin judul....kata kata ini juga ga tau pantasnya disebut puisi atau apa ya...entahlah....ini cuma kalimat yang mengalir begitu saja....liat temen jadi puisi, hati lagi gundah jadi kata kata...lagi seneng juga begitu (tapi jarang sih, kebanyakan kalo lg sedih hehe...)..ini juga dibuat duluuuu sekali....udah lupa waktunya...so, ditulis kembali disini buat kenang kenangan aja hehe...

Sahabat..
Lembar demi lembar yang kutulis...
tanpa kusadari t'lah membentuk sebuah asa di hati....

sahabat...
tetes demi tetes tinta yang tersiram...
membuatku terbuai...
nyaris lupakan realita...

Rasa yang selalu coba kuhindari....
Getar yang coba tuk kuabaikan...
nyatanya tak mampu dustai hati ini....
bahwa rindu t'lah kumiliki....

setiap datang hari baru....
selalu terbit sebuah harap...
agar datang lembar yang kau kirim....
tuk memupus rindu di hati....

Tetapi sungguh...
ku tak punya keberanian...
tuk mengungkap
bahwa cinta t'lah bersemi di hati.....

lebaaayyyyy....wkwk....ga pa pa lah , itu kan duluuuu.......

Rabu, 11 Juli 2012

MANFAAT DAUN PEPAYA

Kemarin sempet baca baca situs kesehatan, lumayan..bertambah lagi sedikit pengetahuan tentang kesehatan...dan hebatnya, untuk kesehatan ini ga perlu biaya mahal....zaman sekarang...mau itu obat dokter..mau itu pengobatan herbal...semua tarifnya sudah berputar di angka "ratusan ribu"....menyedihkan...padahal ga semua kita mampu untuk menjangkaunya. Nah..ga ada salahnya segala sesuatu di sekitar kita dimanfaatkan mulai sekarang, tentu Allah tidak menciptakan sebuah benda tanpa ada manfaatnya kan..??
Tanpa bermaksud menjadikan ini artikel saya (karena artikel ini murni hasil copy paste )..saya hanya bermaksud menyebarkan informasi yang mungkin sedikit banyak bermanfaat.
Pepaya adalah buah yang dulu (waktu zaman saya kecil)..rasanya tidak berharga sama sekali...setiap rumah punya pohon ini..tetapi seiring berkembangnya waktu, dimana setiap rumah sudah sulit menemukan lahan, pepaya saja sudah menerobos "MALL"...yang harganya...ckck...meningkatkan buah ini jadi buah-buahan kelas atas;-)...ternyata yang dapat dimanfaatkan dari pepaya ini bukan hanya buahnya saja...daunnya pun kaya manfaat, salah satunya mungkin dijadikan sebagai "teman makan nasi" ya...(katanya kalo bisa mengolahnya dengan benar, daun pepaya akan jadi sangat lezat..sayang saya tidak bisa mengolahnya)..jadilah daun pepaya menjadi "sampah" buat saya...
Nah...kalimat kalimat di atas..anggap saja sebagai "Intermezo" hehe...di bawah ini 2 (dua) di antara manfaat daun pepaya lainnya :

1. Daun pepaya sebagai obat jerawat
    Sebenarnya saya juga belum pernah mempraktekannya (berhubung baru dpt info ini kemarin)...tapi mungkin hari sabtu nanti akan coba saya praktekkan (maklum, waktu luang hanya sabtu dan minggu;-)). Perempuan zaman sekarang kan sangat akrab dengan namanya salon, klinik kecantikan, kosmetik yang bener bener "menguras isi kantong" (haduuh..gimana engga..wong sekali dateng ke dokter itu minimal pegang uang 500 ribu..hiks...lumayan kan kalo dibuat makan anak hehe ). Berhubung muka saya memang "sangat-sangat" bermasalah mengenai jerawat, jadi saya "kenyang" dengan yang namanya obat jerawat. Nyatanya...tak satupun yang benar-benar mempan. Sewaktu pake obat dokter, emang sih jerawat hilang, tapi begitu distop...jerawat langsung bersiaga untuk muncul lagi...ujung-ujungnya capek dan bosen sendiri (sayang duitnya hehe..)
Daun pepaya dapat dibuat sebagai masker. Cara membuatnya adalah :
Sediakan 2-3 lembar daun pepaya tua, lalu jemur daun tersebut, lumatkan dengan setengah sendok air, lalu tempelkan pada bagian wajah anda yang berjerawat. Simpel..selamat mencoba...

2. Untuk menambah nafsu makan
Sama nih..yang ini juga belum pernah saya praktekkan, karena ternyata Diffa ga butuh "bujukan" buat makan hehe...jadi, silahkan dicobain dan dirasakan langsung kebenaran khasiatnya ya..
Sediakan daun pepaya yang masih segar seukuran telapak tangan, lalu tambahkan air hangat dan sedikit garam, kemudian campuran tadi anda blender dan peras, lalu saring airnya. Lalu minumkan air tersebut pada anak anda, InsyaAllah nafsu makan anak anda akan segera normal kembali.

Sebenarnya, masih banyak lagi manfaat daun pepaya...tetapi yang saya rangkum disini, manfaat yang berhubungan langsung dengan peran kita sebagai wanita dan ibu. 

SEMOGA BERMANFAAT



Sabtu, 07 Juli 2012

TUMIS TEMPE PESISIRAN MANIS PEDAS

Hari sabtu, minggu terpaksa "ngetem" di rumah azaaa....bukan karena betah di rumah, tapi karena sang "supir" hehe....(bakalan marah nih kalo si papa sempet baca^_^..just kidding my darling) kena piket SATRI , ga tanggung2...3 hari blaassss....sabtu, minggu, senin....mantaffff.....terpaksa kita yang jadi "korban"...ga bisa kemana-mana....akhirnya semua cari aktifitas masing-masing.....Diffa dari pagi dah kabuur entah kemana (paling juga masuk kolam ikan di rumah tetangga...persis emaknya waktu kecil...;-))...nah saya mau ngapain ya, baca buku...duuhh...itu perlu konsentrasi penuh, ga bisa sambilan, akhirnya liat-liat resep di KARTINI terbaru aja dehh....biar bs langsung dipraktekin besok....akhirnya setelah bolak balik..dapet resep yang very very simpel...(untuk orang pemalas ini simpel lho hehe...)....Yuk ahh...diliat liat dulu....siapa tau ada yang mau nyobain juga....


BAHAN   :
1. 200 gr tempe
2. 3 sdm minyak goreng
3. 2 cm lengkuas, memarkan
4. 2 cm jahe, memarkan
5. 2 lbr daun salam
6. 5 buah (50 gr) jamur merang, iris tipis
7. 1 sdm rebon
8. 4 sdm kecap manis

CARA MEMBUAT :

1. potong tempe dadu 2 cm, goreng sebentar
2. Panaskan minyak goreng, tumis lengkuas, jahe, dan daun salam hingga harum
3. Masukkan rebon, tumis hingga harum lalu tambahkan tempe goreng dan kecap manis
4. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dengan bumbu. Angkat dan sajikan.


Nah....simpel kan...? Ini gambar di Foto bukan hasil karyaku yah...ini diambil dari majalahnya langsung....Sangat sim pel Buat MENU SAHUR lho.....cobain yah.....


Serang, 08 Juli 2012

Rabu, 11 April 2012

Tip Menyelamatkan THR anda....

Lebaran masih lama nih...tapi berhubung saya baru dapet artikel yang saya pandang perlu...ga ada salahnya kali yaa..kalo tips ini saya bagi-bagi...mungkin manfaatnya tidak akan terasa sekarang....tapi nanti pasti diperlukan....Tapi kalo Buat anda-anda yang terima gaji 13..(sebentar lagi kaaannn..???)...ga ada salahnya juga buat dibaca-baca....
THR memang buat kebutuhan lebaran, dan gaji 13 memang buat kebutuhan anak sekolah....tapi bukan berarti harus habis buat itu aja kan...
Agar uang bonus masih bersisa, simak tip berikut ini....:

1. Buatlah alokasi THR/Gaji 13. Misal nih, 10 persen untuk ditabung dan sisanya untuk keperluan lebaran...atau yg terima gaji 13...10 persen ditabung..sisanya buat kebutuhan anak sekolah....Jangan lupa, bagian yang sudah disisihkan, langsung ditabung ya..biar ga terpakai...

2. Sesuaikan kebutuhan dengan budget yang ada....jangan lampaui target ya...kebutuhan dan keinginan itu berbeda...

3. Anggarkan biaya mudik dari gaji reguler..(huaduuuh...yang ini susah kaleee...) tapi ga ada salahnya dicoba ya....buat yang engga mudik...(beruntunglah anda hehe...)....

4. Taatlah pada catatan keperluan yang telah anda buat alias jangan beli yang ga perlu...jangan banyak lirik kanan kiri...hehe....


Oke...ini tulisan merupakan cuplikan dari artikel yang saya baca....tentu saja...disisipin bahasa-bahasa saya sendiri....mudah-mudahan bermanfaat...terutama buat ibu-ibu....

SALAM

Serang,  April 2012


Koleksi Novel Novel....



Selasa, 10 April 2012

Koleksi Novel





















Sebagian koleksi yang udah sempet diupload...sebagiannya lagi belum sempat....sebagian lagi masih dibaca....;-)...kalo ada yang berminat...inbox ya....

4 Karakter manusia dalam kehidupan

1. Ada teman yang senang liat temennya senang..
2. Ada teman yang susah liat temannya senang..
3.Ada teman yang susah liat temennya susah...
4. Ada teman yang senang liat temennya susah...


Karakter yang manakah anda...????????

Berikan yang terbaik...bukan meminta yang terbaik...



Selasa, 08 Maret 2011

SEBUAH TANYA


Saat ini......
Ada tanya yang tak terjawab....
Hadir di sudut kecil hatiku... Adakah ragu di hatimu....
Tuk ayunkan langkah disisiku....

Menyongsong hari baru...

Membuka lembar pertama...
wujudkan asa yang kita punya...
Bila tersirat setitik ragu....

Kurela lepas kau dari sisiku....
Karena ku tak pernah ingin.... Cintaku....
Ciptakan beban di hatimu......


Maret 2005

HAPPY ANNIVERSARY

Lima Tahun kita bersama...
Kutahu kubukanlah pendamping yang sempurna.......
Terkadang ada amarah dan prasangka.......
Yang membuatmu marah dan kecewa....
Lima tahun kita bersama.......
Di tengah gelombang cobaan dan tawa canda...
Ku hanya ingin kau tahu satu rasa.....
Ku kan dampingi mu sampai umur kita senja....
Sampai Asa kita terbentang nyata...
Sampai nyawa lepas dari raga....


For my lovely husband
JUNI 2005 - JUNI 2010